Wednesday, 7 December 2011




















Kesetiaan Yang Hangus

api marak menyala
tak akan pernah ada cinta
meski lidahmu bermadu
menjanjikan kehangatan malam
dan kemilau cahaya
menerangi kegelapan yang dingin
tak akan berulang
kisah duka nestafa
dari durjanamu
membakar hangus kesetiaan
yang tulus
para pencinta damai
sedang kerikil bisa kau pijarkan
cair membara dan berdebu
adalah bukti kerakusanmu

Abdullah Tahir



















Dalam Dingin Dan Hangat 
Yang Menyengat


terlalu tega
kau mamah apa yang kami ada
sehingga menjadi bara
setelah ternyala kepanasan
terlonta kami ditimbunan yang tak berharga
dan kau pergi dengan senyap
bagaikan kepulan asap
angkuh membentuk rupa dan warna
lenyap bersama udara segar
kau kaburkan pandangan dan kebenaran
kau terlalu tega
kami di sini menjadi arang
bersama abu yang jengkil
tak terpedulikan
dalam dingin dan hangat
yang menyengat

Abdullah Tahir














Sinar Yang Belum Pasti

puing-puing kehidupan
terus bertiti di bumimu
bertali temali bagai benang merah
merangkai keturunan
membariskan genarasi-genarasi sukar
membesar dalam derita
di bumi gersang dan tandus berdebu
tempat darahmu tumpah dan bernafas
mencari sinar yang belum pasti ada di mana
sekepal nasi sebuku roti
sukar didapati
air setitik beribu nyawa derita meminta
Somalia
akan mampukah bumi dan langitmu
membebaskan derita rakyatmu

Abdullah Tahir

Katak


 Abdullah Tahir
7 Disember 2011

Tuesday, 6 December 2011

Hidup Ini

hidup ini semakin singkat dan sendat
ruang-ruang yang ada menyepi 
bagai menuju malam yang kelam dan ngeri
tiada waktu yang tepat
kapan diri akan sendiri
menutup pintu yang terakhir

saat usia semakin hampir mengundur diri
lalu diripun seakan tidak terpeduli
kerana qualiti semakin mati
bicara dan fikir tidak bererti
siapakah yang mahu memahami
sedang dalam lingkunganpun menghindar diri
akhirnya bersendiri
menjalani hari-hari akhir
meningkatkan taat dan menanti takdir
menghitung waktu dengan berzikir
atas sejadah yang tak pernah mungkir

Abdullah Tahir
16 November 2011

Bersama Najis Dan Bangkai

kekadang musibah bertali-temali
menyungsung waktu
sama ada suka atau tidak
pasti datang menjenguk
menguji tabah dan percaya diri
saat diri menderita kerananya
adalah teladan kepada yang lain
atau medan kebajikan dan pahala
bagi mereka yang mengertikan hikmah
bagi yang leka terus menyalahkan diri
tanpa mau bercermin dan muhasabah hati
dan kerananya terperangkap
menjadi dosa atau kifarat
atas kejahilan sendiri
lalu jadilah bagai dedaun layu
terdampar kering dimamah masa
larut bersama timbunan najis dan bangkai
yang tiada niai dan harga diri

Abdullah Tahir

Sunday, 4 December 2011

Sejadah Bisu Saksiku

di sini di kamar yang sunyi
ku curahkan rasa cinta dan rindu
dalam suasana syahdu yang menggebu
ku lakarkan tanpa rasa dusta dan ragu
dalam tawadu bertamu di hadapan-Mu
di atas sejadah bisu
membawa munajatku
kepada-Mu

dalam doa bersama hati
ku matikan segala galau balau
yang menggigit seluruh jasad
yang mengocak seluruh konsantrasi
mendekati semakin ke mari
dalam saat mencari dan mensuci diri
ku pasrahkan diri kepada-Mu
melalui derai air mata
walau tangisku tersekat di dada
pasti Kau tahu akan redaku
di atas sejadah bisu
adalah saksiku

Abdullah Tahir
4 Disember 2011

 
Get Free 3 Column Templates Here