Wednesday, 19 December 2012

Akankah Kaubersama Kami


kutemui dikau di celah pujuk akhbar
ada kulihat bibirmu bergetar
dan tikas-tikas air di pipimu
tumpah dari takungan kelopak matamu
hatimu tak mampu bertahan
dengan kesedihan hati yang remuk
kerana peristewa mengamuk
dan Newtownpun berubah
lalu berkabung banyak yang lindung
memanglah mereka hijau
sedang mahu mengerti akan kehidupan
bagi sebuah negara besar seperti US
dan pastinya mereka pewaris negaramu
menjadi pembesar yang berkuasa
kau memang wajar berduka
hingga menangis tersedu.

kami bersamamu
bersedih nasib wargamu
atas nama kemanusiaan sejagat
demi nyawa berjasad yang tak tau apa
dan akankah kau bersama kami
dalam sedu dan tangis
dalam kesakitan berpanjangan
dalam merayu dan berdoa memohon ihsan
bagi anak-anak palestin
yang kehilangan segalanya
yang mereka punya
-nyawa
-harta
-ibu
-ayah
-bahkan negara tumpah darahnya
setelah bertahun-tahun kecut dan walang
merimpat dan dhaif di tanah sendiri
akankah kau bersama mereka
dalam tidur dan jaga yang tak menentu
telah kekeringan air mata
telah kekeringan keringat
telah kekeringan darah
dalam menegak dan menuntut haknya
pada sebuah negara bebas Palestin
di mana kau basahkan air matamu
di mana kau basahkan lidahmu
bagi sebuah amalan demokrasi.

Abdullah Tahir - 19 Disember 2012

Wednesday, 12 December 2012

Sarat Di Hujung Waktu

perih dadaku menutur bicara
terasa kering liur di mulut
berasap fikir menyusun kata
agar tepung tak berselirak
agar rambut tidak putus
melihat olah tertarik nafsu
ditelan mati bapa
diluah mati emak
semakin sarat di hujung waktu
semakin terbayang keluar pintu
dan kuburpun melambai
rumahpun menyuruh pergi
apa lagi yang tinggal
selain ibadatku kepada-Nya


Abdullah Tahir - 19 November 2010

Saturday, 8 December 2012

Kesementaraan




















hanya beberapa waktu berlabuh di sini
dalam rangka mencari dan menimba
ilmu dan pengelaman
atas misi Rancangan Kapal Belia Asia Tenggara
tiba saat menjauhi dermaga
telah tercipta seribu kenangan
aksaranya dibarisi sendu dan duka
yang mampu menitiskan airmata
meski detik itu
terisi dengan dekap dan peluk
lambaian tangan dan jejari
dalam kesementaraan dihubungi oleh pita
berbagai warna
yang menceritakan harapan dan cita-cita
terpendam pada hati dan mata
pastinya yang pergi dan tinggal
sebak dan rindu mendakap di dada
kerana dalam pertemuan yang singkat
hati dan rasa mudah tergugah
oleh keselesaan dan keserasian
yang mengerti
dan faham akan budi dan keikhlasan
lalu terangkai keindahan yang manis
yang entah berputiknya bagaimana
dan kami di sini dalam detak hati
hanya berkata :
Bon Voyage Fuji Maru...
the memories will remains in our heart forever.

Abdullah  Tahir - 8 Disember 2012

Wednesday, 21 November 2012

Bukan Suatu Istirahat
 
bukanlah suatu istirahat
setelah bersemadi di alam kubur
tapi adalah suatu permulaan
bagi sebuah perjalanan yang panjang
liku dan ranjaunya akan ditempuhi
hasil perjalanan di dunia
kerananya -
cermatilah perjalanan hidup ini
dengan penuh ketakwaan
dan keimanan kepada-Nya

Abdullah Tahir - 22 November 2012

Saturday, 17 November 2012












Pada Bumi Yang Sementara Ini


runtuhan bangunan yang berpuing itu
terlalu dekat pada hati setiap umat Muhammad saw
yang suatu waktu dulu gersangnya pernah dilalui
membuat semakin tebal dan kukuhnya keimanan
para syuhada dan anbia menapak kehidupan
dan semakin dekat pula kemurkaan-Nya
bagi mereka yang mendatangkan kepayahan
penderitaan yang bertemali tanpa hentinya.

lihatlah puing-puing yang hangus berasap
telah menghitamkan setiap hati dan rasa
para umat yang cintakan damai dan harmoni
debu-debu rengsak mengoyak setiap tubuh
menghiris setiap minda yang waras
sedangkan setiap butir pasir di buminya - Pelastin
setiap inci kawasan Gaza adalah mutlaknya
bohongkah sejarah yang murni itu
menidakkan dedaun hijau yang bening
adalah bumi yang sejuk pada jejak-jejak
para syuhada dan anbia.

beraraklah awan-awan damai
limpahkan bebayang teduhmu
pada bumi yang hanya didiami sementara
agar mereka sempat menikmati manisnya ibadah
harumnya udara iman yang masih kental
saat-saat mengESAkan-Nya penuh syukur dan redha
jangan basahkan mereka dengan darah dan nanah
di atas bumi yang mereka ada
dan bersama kemboja yang harum dan dingin
mereka akan damai di sisi-Nya.

Abdullah Tahir - 17 November 2012

Thursday, 15 November 2012

Yang Hakiki

akan kutidakkankah yang hakiki
pada setiap nadi darah dan nafas
pada jasad dan tulang temulang
sedang saat jaga dan tidurku
adalah dalam kekuasaan-Nya
bangun dan mimpiku
terbentuk oleh-Nya
dan siapalah aku

kepada-Nya
selain menghambakan diri
demi sebuah keibadatan
mendapatkan redha-Nya

Abdullah Tahir - 1 Muharram 1434/15 November 2012

Friday, 2 November 2012

Diserang Walang Dan Resah


satu demi satu kamu tumbang
menghempap tanah tempat kamu berdiri
kamu sebenarnya tidak kuat dan gagah
meski tunjang dan akarmu mencengkam
tempat kamu hidup dan mencari makan
kamu bukan pelindung sebenar
mengawal daratan yang semakin terhakis
kamu hanya indah pada nama dan rupa
dengan kehijauan yang memikat mata
gemersik suara diterjah angin dan bayu
tak mampu bertahan
hanya digisil ombak dan badai di musim tengkujuh
dan landas bermusim
meski kamu dijaga dan dihargai
kerana nilaimu sebagai pohon pelindung

di sini tiada Sandy atau Irene
apalagi Katrina atau Wilma
- Nauzubillahi Min Zalik -
nama-nama mereka cukup indah
dan nyaman disebut
nyatanya kamu tetap tiada upaya bertahan
hanya pada musim tengkujuh dan landas
dan satu demi satu terkapar lagas
menyembah bumi

dan kami di sini diserang walang dan resah
pantai damai dan indah berubah wajah
pasir susur kian ke mari dan mendekat
kamu yang dihargai dan bernilai
pupus lupus tertimbus bersama tanah
hanyut diheret ombak
musim tengkujuh dan landas

dan kami hanya menunggu
dari waktu ke waktu
meski perasaan tak pernah lugu
saat ombak dan badai berlagu
kiranya itu suatu ketentuan dari-Nya
dalam diam dan bisu
doa sajalah pendamai kalbu

Abdullah Tahir - 2 November 2012

 
Get Free 3 Column Templates Here