Cermin
cermin
kejujuranmu
kesetiaanmu
keamanahanmu
bahkan kebisuanmu
adalah pendamping
yang disenangi
kau adalah
penyimpan rahsia
mengatasi manusia
didadamu
ada cerita
yang hanya kau dan aku tahu
selain-Nya.
Abdullah Tahir
Monday, 14 May 2012
Saturday, 14 April 2012
KHALIFAH
gelap
pun berinsut lalu
setelah
awan gemawan berarak
meninggalkan
dermaga bisu dan sepi
di jejarinya
terpahat sebuah rencana
lengkap
bersama gagasan
dari
wacana yang padu
dari
sebuah keberangkalian
jelas
dalam sebuah kandil dan pelita
bahawa
dunia ini ‘kan berubah
demikianlah
dia
hari-harinya
adalah air yang mengalir
sentiasa
jernih dari sebuah sumur iman
demi
janji yang terpikul
sebagai
amanah dan khalifah
ke
jalan yang lurus
-didikasiku sempena Hari Guru
Abdullah Tahir
13 April 2012
Sunday, 25 March 2012
Menageh Setia
kita adalah warga tangguh
pengiri bumi berdaulat
dari zuriat penurun semangat
yang sumpahnya bersungguh
bukan penyemat merimpat
umpama pelengkap menadah harap
bumi tercinta ini
bukanlah sebuah dermaga
akan ditinggal sepi
setelah cita dan harap terpenuhi
pergi ke destinasi baru yang penuh janji
sedang di sini disetiap ruang dan sudut
masih menageh kesetiaan
yang manfaatnya membuahkan rahmat
labuhkanlah sauh cinta
tambatkan sumpah setia
ombak dan badai adalah cabaran
penggugus kekuatan dan pengorbanan
keringat yang membasah janjimu
adalah hamparan laut keimanan
penghias makna kemakmuran
dari doa setiap warga
pencinta damai
Abdullah Tahir
26 Mac 2012
Thursday, 22 March 2012
Mencari Damai
tidak akan ada damai kau perolehi
dengan menghabisi riwayat diri
ditangisi oleh yang mengasehi
menjadi beban dan derita yang ditinggali
mengapa harus menempah diri
ke lembah yang kau tidak ketahui
sedang di sana belum tentu damaimu abadi
bermuhasabahlah
berpandu kepada firman dan sunnah
kehidupan ini tidak mudah
bagai meludah bila terasa susah
ketika sehat dan senang indah tak indah
tiada kepayahan tak boleh diusai
kerana hidup ini bukanlah mamai
bahagia dan derita adalah jalan para anbia
yang mengetahui bahagia dan sengsara itu apa
tiap satunya ada hikmah yang tak nyata
yang menjadi ketentuan dan rahsia-Nya
dan kita terima penuh redhaAbdullah Tahir
22 Mac 2012
Thursday, 8 March 2012
Wawasan Yang Terbingkai
kita bukanlah pecundang yang tegar
meski wajah-wajah muram bersama senja
bertiraikan awan hitam dibalik jingganya waktu
dan kerana keyakinan hatilah
mereka lihat kita kekal mendayung sampan
dengan keringat panas menuju muara
melihat ranumnya lautan luas
yang menjanjikan kilauan pualam
yang suatu ketika
dulunya milik moyang setia
yang hatinya bersih jujur dan hening
bagai air bersuling.
kenapa dayus dengan wawasan yang terbingkai
yang telah sebati sejak darah tumpah ke bumi
sejak terlontarnya tangis nafas menggugah dunia
yang kau belum kenal warna-warna hidup
lebih dari sebuah pelangi
sedang di kanan telingamu adalah azan
dan telinga kirimu iqamah
darahmu adalah campuran jati
yang DNAnya Melayu
lidahmu tak akan mesra dan basah
dengan bukan rencah juadah dan budaya mu
lihat saja istana indah yang mengumpul warisan
adat budaya kental sejak berabad
memancar pancir wawasan pekat dan likat
bersalut berkat dan daulat.
yakinilah
tiada pecundang
selagi di hati bukan petualang
memperlihatkan belang
tidak namanya hulubalang
jangan sampai menang-menang
kemudian bersulang
tak akan merasa senang
alah jadi abu menang jadi arang
yakinlah
hikmah itu dari-Nya
selagi akidah dan iman tidak dipermudah.
Abdullah Tahir
8 Mac 2012
Tuesday, 6 March 2012
Tikas Ke Semangat Batu Pualam
tikasnya masih bertugu di hati
hingga kini
mengapang di tunggul mati
saat-saat berdiri di dini hari
telah terukir sejarah negeri
dan kamilah saksinya
dengan kalimah membesarkan ilahi
gegap gempita romapun berdiri
tanda keluruhan hati
mensyukuri rahmat terbebas diri
andai benar kami dijajahi.
setelah 28 tahun
masihkah bergurindam dan berpantun
duduk di pantaran melihat alun
saat malam merenung bulan
mengumpul beribu angan.
tercari-cari menempatkan diri
mahu mengemudi atau menuruti
sedang diri anak peribumi
tak 'kan terus-terusan membuntuti
bagaikan diri hilang peribadi
di rumah sendiri.
megahlah bak bendera
walau tak berkibar tetap berharga
kekal dipuncak tiang
baik malam maupun siang
tetap berjasa dan disanjung
keperibadian negara terus terhitung
kitalah penyokong dan pengusung
dari bandar ke pelusuk kampung.
bangkitlah meski berakit
gugurkan keringat walau tak likat
tanjakkan semangat di bumi berdaulat
bangkitkan obor pantang undur
kita galas tanpa rasa culas
pada bumi darussalam
jadikan batu pualam.
Abdullah Tahir
6 Mac 2012
Friday, 2 March 2012
Kami Tetap Di Sini
kami tetap di sini
berdiri dengan semangat berani
meniti hari-hari yang penuh erti
di belakang Kebawah Duli
sebagai rakyat penunai janji
sehingga badan terkubur mati
demi menjaga harga diri
hanya inilah negara kitani
sejak dahulu hingga kini
kami tetap di sini
membangun negeri acuan sendiri
berteraskan MIB
sebagai falsafah membisaikan negeri
menjadikan negara terus digalati
selagi matahari menyinari bumi
selagi al-Quran dan Sunnah diikuti
selagi zikir bermain di bibir terhias di hati
tetaplah di sini
tanpa hati digurat benci
daulat 'kan terus bersama Kebawah Duli
Abdullah Tahir
2 Mac 2012
Subscribe to:
Posts (Atom)


